Pembelajaran Daring di era Pandemi versi (SMPN 1 Gudo)

 

Ibu Guru (Bu Chindy, Bu Evita, Bu Jami', Bu Hanin, Bu Septi, Bu Lely) 

Pandemi Covid 19 mulai menyebar di indonesia sejak bulan maret 2019, telah menghambat barbagai bidang, terutama di bidang pendidikan. pemerintah menganjurkan social distancing, dan gencar menganjurkan pemakain masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan ataupun penggunaan hand sanitizer, sebagai pencegahan penularan virus.


  • Bagi Pendidik
Di era pandemi proses belajar mengajar tetap dilakukan, pembelajaran dilakukan secara DARING (Dalam Jaringan). Guru memberikan materi dan tugas tugas melalui web blogger.com, google claasroom ataupun melalui Wa. Bagi guru pembelajaran dilakukan dengan WFH (work from office), jadi pendidik tetap pergi ke sekolah untuk menyiapkan materi yang akan kita bagi sesuai jadwal , sekolah memfasilitasi kita komputer untuk digunakan. 

Kelebihan menggunakan media ini, sangat efektif untuk menyampaikan materi sesuai KD hanya pelajaran tertentu yang teoritis pada umumnya, namun ketika praktik seperti matematika, atau praktik , sholat akan sulit di cerna jika hanya dengan tulisan. setelah teori dibagian akhir tulisan murid diberi tugas seperti merangkum materi, pertanyaan esai, mencari contoh. kemudian tugas tersebut difoto dan dikirim melalui google form yang telah ditempel pada blogger tersebut. atau hanya sekedar materi kemudian absensi di kolom komentar .

Kekurangannya, bagi kami pendidik menggunakan media ini memang mudah tapi tidak interaktif, tidak bisa memastikan murid mengerti atau belum. menuntut murid belajar dan memahaminya sendiri.
  • Bagi Siswa

Bosan adalah kata kata yang sering terdengar. bagaimana tidak bosan, dirumah selama lebih 6 bulan tidak bertemu teman, tak ada jajanan ala sekolah. 
Namun baru baru ini sekolah mengadakan 'sambang sekolah', kgiatan ini dilakukan bergantian dan terjadwal. Mereka akan diberi pengarahan oleh wali kelas, bersih" kelas, juga ada yang mengumpulkan tugas. 

1 Komentar