Seminar Internasional KeAswajaan Univ.Wahab Hasbullah oleh Syeikh Abdussalam Rajikh

Syeikh asal Suriah

: Syeikh Abdussalam Rajikh
Seminar ini bertemakan ”Moderasi Ahlussunnah Dan Tantangan Era Generasi Millennial Untuk Membangun Peradaban Global Yang Damai”
Dalam seminar ini beliau menjelaskan tantangan yang dihadapi,  salah satunya adalah
Pertama, perihal waktu atau time megement
Dibeberapa surat dialquran sudah dijelaskan betapa pentingnya waktu, seperti pada surat alashr addhuha, Sbelum datang ke Indonesia beliau pernah berdiskusi  tentang waktu bahwasanya rata rata manusia hidup pada  umur sekitar 70-75 tahun, beliau berangan angan berapa hitungan waktu yang dihabiskan untuk tidur, makan, perjalanan , komunikasi yang kurang penting dll, beliau pernah menghitung berapa jam,  brpa tahun,  waktu yang dihabiskan untuk hal hal tersebut kemudian menyampaikan  kesimpulan bahwa waktu yang efektif untuk belajar hanya 2 tahun saja.
Betapa sedikitnya waktu untuk dzikir, ibadah ? Dengan waktu yang sedikit ini kita berangan untuk mendapatkan kenikmatan surga? Bermimpi membangun dunia? Berperan dalam suatu peradaban?  Sedangkan diluar sana sangat maju dalam IPTEK…
Memulai dengan time menegement
Setelah kita membagi waktu, mengetahui waktu yang dihabiskan  dari situlah kita bisa mengatur, setelah mengatur dari hal itu pula kita bisa memaksimalkan potensi diri, memanfaatkan teknologi komunikasi seperti sosmed.
Kini peradaban memang sangat luar biasa bahkan di area rumah sendiri melalui whatsaap , berkunjung pun sudah jadi tidak sering lagi karena sudah terwakilkan WA. Konteks peristiwa yang keji dalam silaturrahim, sangat jauh dari peradaban, saqofah, tradisi kita. Banyak pemikiran sekarang yang dulunya asing sekarang menjadi tidak asing lagi mulai dari makanan,  lebih menyukai junkfood daripada  manisan makanan leluhur pun terpinggirkan, pakaian dll mereka mempunyai rasa ingin mengikuti orang luar. Ini bukan sedang berkampanye tapi ini terjadi di Negara saya pungkas syeikh.
Beliau pun berpesan...
Jadilah generasi yang open mind, islam adalah agama yang mengajak pada sikap kemanusiaan.
Hal yang dilakukan sebagai generasi harus mengetahui sejarah bagaimana islam masuk di sebuah daerah, agar tidak ketinggalan di era ini juga dengan megirim pelajar ke negera eropa untuk mempelajari sejarah Islam lebih dalam lagi.

Bagaimana tentang Moderasi Islam dan bagaimana keadaan suriah
Beliau melantukan ayat(....) tentang moderat, yakni posisi tengah tidak extreme kanan maupun kiri, diibaratkan memegang bagian tengah pada sebuah stick. Jika bergeser ke kanan tidak mungkin bias seimbang. Jika memahami ekstrem secara esensional saat dihadapkan dengan alquran ada orang yang mempunyai kecenderungan melenceng hanya ingin mengikuti nafsunya saja, jika mempelajari secara mendalam tidak akan terjadi pelencengan, salah satu penyebabnya adalah aljahl atau ketidaktahuan, dengan memanfaatka ketidaktahuan masyarakat.
Dengan menggunakan panji panji islam, orang tersebut bilang bahwa yang mereka lakukan ini jihad.
Syeikh pernah diberi kesempatauntuk bertanya pada tahanan di suriah,  mengapa penduduk sini dibunuh padahal mereka tahu,  mereka sama islamnya.
Mereka menjawab hnya ingin membunuh dan menganggap penduduk  kafir. Akibat sudah terkena doktrin mereka tak may berdiskusi dan gampang menglirkan darah

"Ada sebuah cerita, ada seorang jassamah datang ke sebuah kota dan bertemu dengan muhallaf lalu jassamah mengucap salam, namun sang muhallaf tersebut tidak menjawab   menganggapnya kafir dan langsung membunuhnya. Rosul pun sedih, bagaimana bisa hal ini terjadi,  sang muhallaf meminta muhammad agar dimaafkan dosanya oleh Allah.
Apakah yg dilakukan nabi pada orang tersebut( para audience menjawab bahwa nabi akan memohon untuk dimaafkan)
Namun tidak, allah tidak akan mengampuni karena  jassamah tersebut mengucap salam sebelumnya,   muhallam telah melakukan hal yang sembrono.. tertulis dalam sbuah riwayat bahwa jenazah muhallam tersebut tertolak di bumi akhirnya pun di geletakan dan ditumpuki batu agar tak dimakan binatang buas.
Jangan sekali kali sembrono dalam memfonis akidah keimanan seseorang karena didalam dirinya pribadi,  kita tidak akan tahu.
" Indonesia adalah ibu dari negara islam jaga indonesia dengan baik,  jangan sampai ada perpecahan maupun adu domba,  kembali kepada masyarakat dengan menjadi khatib, diyah mempersatukan dengan jalan fithlil ilmi dan kemauan untuk berkembang agar bersatu, tak terjadi fitnah."
"NU adalah salah satu pelopor kebangkitan ilmu di Indonesia,  terlihat adanya pesantren,  sekolah dan kampus kampus seperti yang ada disini.  Organisasi keislaman banyak diindonesia adalah untuk saling menyempurnakan tidak untuk adu keunggulan,  berkiprahlah untuk Agama,  Rosul, Negara,  dan masyarakat"
"Qoyyidul ilma bil kitabah"
Beliau juga berpesan :Kndlikan ilmu dengan mencatat. Kendalikan mindset pikiran yang tertulis,  penglaman beliau jika menulis buku harus tahu,  tahun berapa buku jurnal atau artikel akan diterbitkan.


Aula Unwaha tambakberas
Kamis,  22 november 2018

0 Komentar