Berbicara mengenai
pendidikan tepatnya di Indonesia. Tak lepas dari mentri pendidikan dan
kebudayaan (mendikbud) yang bertugas mengaturnya, hal yang menarik disoroti
adalah pergantian kurikulumnya dari tahun ketahun masa ke masa, mendikbud di
Indonesia mengupayakan perkembangan kurikulum dengan mengganti sitematikanya
mulai dari kurikulum 1994, kemudian perubahan ditahun 2004 yang dinamai CBSK,
berganti lagi di tahun 2006 yakni KTSP , dan yang baru baru ini adalah K13
ditambah revisi K.13, mentrinya pun berbeda, yang saya tau dari masa presiden
Susilo B.Y yakni bapak M.Nuh, masih teringat ketika itu beliau bapak mendikbud
akan menjadi pembicara pada event haflahtul kubro ‘Ponpes Bahrul Ulum’ namun
yang ditunngu tidak ada kesempatan untuk hadir ditengah acara.
Letak K.13 ada sejak
masa M.Nuh, beralih ke masa presiden
Jokowi, setelah bapak M.Nuh mendikbud selanjutnya adalah Pak Anis Baswedan,
pada era itu tepatnya periode 2014/2015 K.13 dihentikan oleh beliau karena
adanya demo ribuan sekolah di tanah air mengenai pergantian kurikulum dengan
alasan kurangnya persiapan, sumber daya, sarpras dll, kembali lagi ke KTSP setelah
di berlakukan nya K.13 selama 1 semester saja, masih pada masa Presiden Jokowi
mendikbud diganti oleh Bapak Muhajir Efendi dan kembali ke K/13 lalu ada k13(revisi) hingga saat ini.
Mengenai K.13 saya sangat antusias ketika berdiskusi hal ini sebab sangat menarik terutama dalam bagian menejemen kelasnya, dan merasa cocok dengan gaya belajar k13 ini. Selama kuliah di jurusan pendidikan tepatnya pendidikan bahasa inggris, dari materi yang diberikan oleh para dosen dan dari berbagai diskusi kelas mengenai k13 cukup bisa menggambarkan bagaimana cara penerapan k13, meskipun saya belum melihat langsung atau merasakan nya baik pada jenjang SD hingga SMA, hanya sebatas microteaching yang di praktikkan oleh teman satu kelas sendiri dan masih dibawa pengawasan dosen dosen, menurut saya cukup sebagai gambaran penerapan K13 sesungguhnya.
Kurikulum 2013 adalah kurikulum perbaikan dari KTSP lebih mengutamakan pengajaran
yang berpusat pada siswa , yang paling popular dari k13 pada pendekatan maupun
strategi pembelajara sientifiknya, cukup
tau istilah 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan, megasosiasi dan mengkomunikasi).
Tidak hanya itu pendidik harus punya keterampilan dasar mengajar yakni
pketerampilan pedagogic, professional, social dan kepribadian. Dari segi RPP nya
lebih detail tidak hanya ranak kognif atau kecerdasan yang diperhatikan namun
lebih fokus aktivitas pembelajaran, jika dilihat secara keseluruhan dari
Kompetensi Inti yang mencakup nilai spiritual, social, kognitif, dan psikomotor.
Lalu, haruskah kurikulum k.13?
Perlu diketahui bahwa adanya K13 adalah adopsi
dari Pembelajaran abad 21 disebut denga n istila h(P21) sama sama berfokus pada
karakter dan kesadaran literasi tinggi( literasi wirausaha, literasi kewarganegaraan,
lit kessehatan dan lingkungan) selain itu sadar akan adanya negara yang mengglobal
berteknologi, baik bidang ekonomi dan bisnis.. Dengan semakin berkembangnya
teknologi, sumber daya manusia juga perlu diperbaiki, dari masalah yang dihadapi
Indonesia saat ini seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarism,
kecurangan dalam ujian, masalah ekonomi masyarakat dan politik.Melihat peluang kesempatan
ekonomi Indonesia yakni bonus demografi yang menguntungkan karena semakin bertambahnya
penduduk usia produktif. Maka cara yang paling efektif dan efisien adalah melalui
pendidikan. Bercermin pada pembelajaran abad 21 atau ada 18 butir karakter yang
dikembangkan (pusat kurikulum 2010) diantaranya
karakter religious, jujur, toleransi, disiplin, kerjakeras, kreativ, mandiri,
cinta tanah air, menghargai prestasi, cinta damai, gemar membaca, peduli
lingkungan dan sosial, tanggung jawab.
Belum semua instansi yang menerapkan k.13 perlu adanya
strategi khusus agar tercapai pendidikan yang merata.

0 Komentar